RSS

Dariku Untukmu

Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu 
Di hari kita saling berbagi 
Dengan kotak sejuta mimpi 
Aku datang menghampirimu 
Kuperlihat semua hartaku

Kita slalu berpendapat 
Kita ini yang terhebat 
Kesombongan di masa muda yang indah 
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam 
Arti teman lebih dari sekedar materi

Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan 
Bila ku mulai lelah
 Lelah dan tak bersinar 
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan 
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu

Ku slalu membanggakanmu 
Kaupun slalu menyanjungku 
Aku dan kamu darah abadi 
Demi bermain bersama 
Kita duakan segalanya Merdeka kita, kita merdeka
( SheilaOn7 - Sahabat Sejati)


Tepat tentangmu mengalihkan semua sesak diotakku yang sejak kemarin menggelisah. Kamu . Sahabatku. Terimakasih karena tentangmu yang barusan aku ketahui mengalahkan ketidak jelasan saya sendiri. Ini bukan sindiran, tapi memang nyatanya aku benar sedang lemah. Saya sangat berterimakasih, lagi lagi kamu menjagaku.

Maaf yang selama ini aku tidak mengetahui bagaimana keadaanmu, bagaimana kondisimu, keluargamu, dan tentunya orang spesial. Pernah sering beberapakali kamu kecewa. Aku tau, itu fatal.
Bahkan sampai kondisimu yang sampai sekarang ini pun, entah ...

Ingat setahun yang lalu ? Saat perjalanan IBF kita yang gagal, saat di samping supir Transjakarta di tengah kemacetan kota ?
Aku masih ingat kutipan perkataanmu dari sebuah ceritamu. Bahkan aku yakin kamu lebih ingat dari aku. Kamu orang yang paling banyak memiliki ingatan tentang kita dulu dibanding aku. Dan situasi yang hampir serupa ini, aku juga sama dengan posisimu saat itu. Jangan minta maaf atas kemungkinan perubahan yang terjadi, ini  salahku. yang tidak lagi menyempatkan untuk bertanya kabar, atau memang belum dewasa, atau mungkin juga karena kondisi hati yang lemah. Maaf, ini salah saya yang selalu menuntut untuk selalu dijaga, tanpa peduli untuk menjaga.

Seperti apa galak, diam, cerewet, pemalu, takut, atau ramahnya kamu nanti, meskipun berubah sejadinya, aku tetap masih temanmu , yang pernah kau bilang sebagai sahabat.

Aku masih sayang bagaimanapun itu :')
Bukankah kau yang mengajariku untuk seperti ini :)
Jujur saat ini aku menikmati putaran ulang masa lalu kita. Tiga tahun yang lalu. Bersama abang, abi, adik-adik, dan teman yang lain.

Aku tidak punya hak terhadapmu. Aku merasa memiliki kewajiban atasmu.
Izinkan aku untuk memperbaiki ini semua. Sampai benar-benar semuanya tepat atas kepahaman kita. Ketidakmengertian , ketidakdewasaan aku ini,, ajari saya untuk memahaminya.

Hati-hati disana ya. semoga perjalananmu dipermudah dan selamat sampai tujuan. jangan lupa sedia masker,  jaga-jaga kalau debu vulkanik datang lagi :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar