Ini pertemuan pertama kali kita dari sepanjang jarak menghadang
Lagi kata maaf menyeruak dari hati kecil saat kamu menimbun kekesalan diluar sadarmu
Pertamanya aku ingin beri kesan manis, biar saat nanti aku bisa buatmu terhenyak heran
Pertamanya pun aku sudah siapkan amunisi keberangkatanku dengan merayu sejak pagi buta
Pada ujungnya pun sama saja
Ah, mungkin karena sudah terlalu mendarah daging dalam biasaku
Bagaimana bisa aku tega membuat bidadari cantik ini menunggu
Padahal untuk kesendiriannya, bisa datangkan semacam para penggoda murahan
Aku terlampau tega.
Sampai bisa membuatmu takbisa luapkan titik didih lonjakmu padaku
Sepanjang rerubungan kita semua
Aku bahkan terlalu tega sebagai orang yang kau anggap sahabat.
diam dan biarkan kamu jadi bahan kaguman dan candaan
diam dan lagi-lagi tak bisa sampaikan banyak hal
Rasa cinta dan kasih untuk apa dari seorang seperti aku
Tapi rasa sayangku sebagai orang yang kamu anggap sahabat, juga lebih merasakan hal yang sama
Bahkan kecemburuan acap kali terbit.
" Uly, kok bisa sii deket sama pak Tri"
tanyamu heran suatu waktu, saat kita berdua bertemu dengan guru olahraga teramah yang kita kenal
Pertanyaan juga jawaban yang akan menumbuhkan lelucon
buatmu tepatnya.
Berhubungan dengan cerita yang diukir hari ini .
Ini jadi PR buat saya sendiri. Dan kamu yang mengerti dan bisa mengevaluasi hasilnya nanti.
Iya, saat nanti untuk pertemuan selanjutnya
Terimakasih untuk banyak hal, untuk segala sesuatu yang kamu ajarkan
terimakasih untuk hari ini, meskipun belum banyak hal yang kita tumpahkan satu-satu :-)
Juga bertumpuk tumpuk maaf untuk permulaannya.
Lagi kata maaf menyeruak dari hati kecil saat kamu menimbun kekesalan diluar sadarmu
Pertamanya aku ingin beri kesan manis, biar saat nanti aku bisa buatmu terhenyak heran
Pertamanya pun aku sudah siapkan amunisi keberangkatanku dengan merayu sejak pagi buta
Pada ujungnya pun sama saja
Ah, mungkin karena sudah terlalu mendarah daging dalam biasaku
Bagaimana bisa aku tega membuat bidadari cantik ini menunggu
Padahal untuk kesendiriannya, bisa datangkan semacam para penggoda murahan
Aku terlampau tega.
Sampai bisa membuatmu takbisa luapkan titik didih lonjakmu padaku
Sepanjang rerubungan kita semua
Aku bahkan terlalu tega sebagai orang yang kau anggap sahabat.
diam dan biarkan kamu jadi bahan kaguman dan candaan
diam dan lagi-lagi tak bisa sampaikan banyak hal
Sebongkah rasa cinta dan kasih ini mengalahkan setitik kekesalan dan kekecewaanku padamuKamu kembali buatku meleleh. Juga rasa heran sebenarnya.
Rasa cinta dan kasih untuk apa dari seorang seperti aku
Tapi rasa sayangku sebagai orang yang kamu anggap sahabat, juga lebih merasakan hal yang sama
Bahkan kecemburuan acap kali terbit.
B u t u h b a n y a k b e l a j a r d a r i k a m u
" Uly, kok bisa sii deket sama pak Tri"
tanyamu heran suatu waktu, saat kita berdua bertemu dengan guru olahraga teramah yang kita kenal
Pertanyaan juga jawaban yang akan menumbuhkan lelucon
buatmu tepatnya.
Berhubungan dengan cerita yang diukir hari ini .
Ini jadi PR buat saya sendiri. Dan kamu yang mengerti dan bisa mengevaluasi hasilnya nanti.
Iya, saat nanti untuk pertemuan selanjutnya
Terimakasih untuk banyak hal, untuk segala sesuatu yang kamu ajarkan
terimakasih untuk hari ini, meskipun belum banyak hal yang kita tumpahkan satu-satu :-)
Juga bertumpuk tumpuk maaf untuk permulaannya.








