Bismillahirrahmanirrahim. Sebuah upaya
pagi ini untuk mengalihkan yang tidak boleh disebut namanya dari benakku. Daripada
mengulang tiga hari yang lalu, kini aku ingin bercerita tentangmu. Berarti aku
kembali memutar ulang waktu di 6 tahun yang lalu :D
Seorang perempuan tinggi
semampai, yang jika aku berdiri disampingnya tentu akan menimbulkan rasa kecil
hati. Jika tidak salah, ia baru pindah dari sekolah lain saat itu. aku baru
memasuki masa peralihan awal, yang kata ahli kejiwaan dalam buku-buku
perkembangan manusia itu adalah masa paling labil dimana seseorang sedang
mencari jatidirinya. Entahlah, sampai sekarang pun aku masih belum paham betul
apa itu jati diri. Begitu juga denganmu saat itu.
Aku tidak pernah menyangka bahwa
akhirnya kau yang membersamaiku selama tiga tahun berikutnya. Bahkan membidik
sekalipun tidak. Saat itu aku bersama gerombolan teman lain masuk kelas untuk
bertemu kakak pembimbing ekstrakurikuler, dan kamu duduk sendirian seperti
orang bingung. Aku melihatmu heran tapi
tak acuh. Entah bagaimana jalannya akhirnya kita sering berbagi. Bersama setiap
pulang sekolah singgah di basecamp tercinta kita, itu loh yang tangganya suka
dibuat perosotan :D juga kesepakatan kita yang bercakap inggris, bahkan meski
di angkot sekalipun.
masih ingat dengan “bapak” ? ingat dengan “krezz”
? ingat dengan “sipit” ?
Haha. Semuanya aku tanpa malu dan
segan menceritakan apa pun padamu. Meskipun dari latar yang berbeda. Aku sulung
dan kau adalah bungsu. Juga kadang sikap manja dan polosmu yang suka buat aku
sabar hati -_- haha
Dan tahun kelulusanpun tiba. Kita
berpisah di sekolah yang jaraknya pun tidak terlalu jauh. Kita tidak lagi
sering bercakap seperti sebelumnya. Bahkan sampai sekarang pun. Dan untungnya
rentang jarak kita tidak membuat kita hilang kontak begitu saja. Maaf aku tidak
mengetahui kondisi sebenarnya tentangmu. Terakhir kali aku hanya mengetahui
tentang captain, tentang teman ‘luar biasa’ sekamarmu, tentang keponakan lucu
nan menggemaskan macam aferen. Dan hei aku belum lagi menemui ibumu, yang
pernah mengatakan ingin mengangkatku sebagai mantu. Hahaha
Aaaaaa merindu dari kejauhan. Miris
ya ? iya kalau merindu tentang kamu, aku, kita, mereka.
Tapi kalau merindu yg ‘lain’ dari
kejauhan tidak mengapa. Kalau yg itu rindunya diluapin di doa aja ;) Hehe. Aku
senang kamu masih seperti yang dulu, maksudnya bukan tidak ada perubahan dalam
kecakapan ataupun yg lain. Yang aku syukuri kamu tetap dengan prinsipmu, kamu
masih menjaga kondisimu sampai terakhir kali aku lihat, kamu masih tetap sama. Keep
istiqomah yaaa my honey sweety :)
Terakhir kalimat darimu saat
pertemuan kemarin “ulya, harus semangat”. Semangat tentang kakak. Dan aku juga
berharap kamu bersemangat yang sama. Sampai waktu memberikan kejutan
terindahnya kelak kita sudah siap :)







0 komentar:
Posting Komentar