RSS

Membuka Mata

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk bisa melihat warna. Udara sejuk pagi ini masih dengan leganya dihirup dalam-dalam. Jari-jari ini pun lincah menari di atas papan huruf berantakan. Sebentar, diam sejenak !
Masih terdengar suara air mengalir dari keran belakang. Jelas sekali !
Penuh syukur mengawali pagi ini.

“segala puji bagi Allah yang telah membangukan kami dari tidur”

Sesal adalah ketika jiwa ini tidak dapat mendahului datangnya mentari. Kalah oleh nikmatnya tebal selimut dan berlapis kasur empuk. Lalu hanya sesal, menggerutu dalam hati. Selanjutnya ada dua kemungkinan : langsung beranjak atau termenung beberapa lama untuk mengumpulkan nyawa yang jauh berceceran. Keduanya memiliki arti berbeda. Tidak sama dalam harinya. Bagiku

Yang pertama, artinya ia sudah siap. Siap untuk menjalani dengan semua hal yang ingin dilaluinya. Detail.  Ia telah mempunyai gambaran seperti apa ia hari ini. Meskipun grasa-grusu karna mengejar waktu yang hampir telat.
Yang kedua, artinya ia belum cukup siap. Memutuskan untuk membasuh wajah saja harus berhitung lama. Bagaimana dengan yang selanjutnya ?

Bangun impianmu. Bangun semangatmu. Dimulai ketika kamu mampu untuk bangun pagimu, atau bahkan malammu. Sebelum mentari menampakkan diri di hadapan dunia, tampakkanlah dirimu ke seluruh penghuni bumi. Setidaknya begitu yang saya pahami.

Bangun malammu berarti kau siap membangun tali kemesraan dengan pemilik dan pencipta malam. Siap membangun amalan yang mampu mengetuk pintu ampun dan rahmat dari Maha Segala Maha.
Bangun pagimu berarti kau telah siap untuk membuat daftar rencana yang akan kau kerjakan, karena waktu seperti berlari maraton di belakangmu. Kadang ia berlari seolah-olah disampingmu lalu kau tidak ingin tertinggal dibelakangnya.

Dan kesemuanya yang lain akan mengikut. Semangatmu, impianmu, cita-cita, mereka akan dengan sendirinya bangun dan kokoh terpatri kuat di pusat hipotalamus. Mengalirkan sinyal-sinyal perintah saraf neurik-motorik dengan hebatnya, lalu seluruh bagian tubuhmu seperti berbeda. Sel terkecil dalam tubuhmu pun seperti meletup-letup.

Setiap kecil gerak, selangkah jejak kaki diangkat pada harinya, bukan tanpa awalan berarti. Sedari awal ia menata tujuannya dengan jelas. Tujuan yang tidak hanya mengambil satu bagiannya saja, tapi keduanya : dunia – akhirat. Maka ia tulis pada urutan pertama dalam daftarnya : karena, untuk, dan oleh Tuhan yang Maha Menggerakkan.

Lillah, Lillah, Lillah
Semoga setiap laku kita dalam naungan RahmatNya
Lillah, Lillah, Lillah
Meskipun besar rintangan di depan, jalan kemudahan datang dari arah tak disangka
Lillah, Lillah,Lillah
Seletih apapun semuanya, kesabaran dan syukur itu harus tetap tinggal di relung paling dasar : Hati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar