Hari itu, seorang perempuan remaja dengan gempitanya menyiramkan wadah kecil ke barisan tanaman hijau depan rumah. Melihat takjub mekar bunga putih lagi harum, dikenal dengan harum identiknya : biasa dijadikan bahan dasar promosi teh hijau. Ia tatap lamat taman kecil di hadapannya, menyejukkan.
Satu per satu tiap tangkai yang berbeda telah dibahasahi oleh wadah di tangannya. Ia merasa lega.
Di sisi lain, seperti ada hal yang berbeda yang akan ia alami nanti : yang tidak mungkin ia bisa lakukan sama seperti yang dilakukannya saat ini. Di tempat yang tidak sesubur tanah yang dipijakinya.
Dari pagi-pagi buta ia sigap melakukan aktivitas keseharian. Mulai dari depan halaman, hingga dalam rumah telah ia jamahi ketidakseimbangan yang dirasa. Seperti ada letupan mencuat di tiap aliran darahnya, sesuatu yang telah ia nantikan.
Pembawa sinar mulai menampakkan dirinya di hadapan bumi, anak perempuan itu telah berkutat dengan layar kecil dan sebuah alat kecil yang bertitikkan huruf qwerty. Serius. Matanya sesekali berkedip, kadang ia mengarahan pandangnya ke sudut lain. Jari-jarinya terus bergerak menari lentik .Lalu tersenyum. Setelah itu, segera ia bergerak ke segala arah, mempersiapkan dirinya. Pakaian cukup rapi , tas kecil bergelayut di tangan, dan jilbab menjuntai dengan hembusan angin melintas.
kalau sudah berangkat, sms ya ly.
sebuah pesan singkat meluncur menembus udara sampai batas puncak satelit dan muncul ke layar handphonenya. Berangkat dengan segenap jiwa bebasnya, sebebas burung yang dilepaskan dari kerangkeng maut.
Bermodalkan petunjuk yang disampaikan salah seorang temannya, ia melangkah pasti, menaiki kendaraan umum . Degub di dadanya tidak karuan. Seperti senang, khawatir , dan kaku yang akan dihadapinya nanti. Sampailah ia di pemberhentian yang dimaksud. Ia mencari sosok yang diingatnya. Cukup lama ia beralan memasuki jalan di seberang ia turun dari angkot, mengikuti ingatan terakhir yang pernah ia tapaki.
seulas senyum pun terbit di wajahnya, ketika ia melihat sosok wanita tinggi dengan jilbab putih. Berjalan pasti saling menghampiri lalu keduanya bertemu di satu titik , di tengah keramaian dari orang-orang yang berkerumunan sepanjang jalan.
----
Kamu masih sama. Ketika kebanyakan orang dengan muram durja dengan harinya, kamu tetap sahaja dengan raut teduhmu. Senyum sederhana yang memiliki banyak makna, salah satunya keikhlasan. Kamu berbeda dengan yang lain, saat mereka menjauhi seseorang , kamu malah tetap menemaninya. menjadi dirimu sendiri, seteguh apa yang kamu ketahui.
Masih dengan sosok tinggi semampai, sepadan dengan berat tubuhmu. Kesederhanaan yang selalu terpancar tiap sudut manapun aku melihatmu. Berapa lama waktu dan jarak mengajarkan kita tentang arti kesabaran. Sampai aku melihat sosokmu lagi pun tetap saja sayang ini tidak terbantahkan.
Bagiku kamu salah satu sahabat langka yang tidak banyak ditemui di belahan bumi ini : teduh pandangmu mengingatkanku akan Penciptamu, penciptaku,dan pencipta seluruh alam semesta ini. Semoga kita semua diberkahi dalam naungan kebaikanNya. aamiin
---
Dua perajut mimpi ini tadi berjalan ke sebuah minimarket untuk suatu hal. Ada kecanggungan disana, dirasakan oleh perempuan yang menghampiri kawannya tadi. Setelah itu, keduanya pun menuju rumah si berjilbab putih. Sepi. Haru. Bingung. Senang. Banyak cerita yang dilontarkan satu satu antara mereka. Namun seringkali juga saling diam, mencari hal lain untuk dibicarakan. Tertawa lalu diam lagi.
Sampai waktupun yang menyatukan keduanya, lalu mereka saling mengalir . dari perjalanan masing-masing, hingga mimpi-mimpi mereka juga kawan-kawannya yg lain.
" iya, nanti aku tanggungjawab kesehatan. ngurusin yang pd syahid disana." kata salah seorang dari mereka ketika bicara tentang ranah luas. sangaaat luas.
"tapi ekonomi juga penting loh. justru ayahku bilang , ekonomi orang islam harus lebih, biar kita bisa beramal lebih" katanya lagi
"kalo itu berarti aii. dia yang tanggungawabin perekonomian kita"
"iya si fulanah yang keamanan kelautan juga pasokan pangan ikan"
"nah, yang fulan buat racikan bahan penting obat"
dan banyaak haaaal yang dilanturkan kedua saat itu sampai dengan liga sepakbola di negara barat sana pun jadi bahan perbincangan . Bercanda, tapi juga sebuah harapan dan mimpi yang tersirat. perbincangan yang akhirnya larut oleh waktu.
sampai senja datang menggantikan sang surya, keduanya pun akhirnya berpisah. meninggalkan kesan baru untuk waktu yang lama tidak dapat lagi dilakukan. Seuntai doa yang kemudian terlirih di hati masing-masing antara keduanya.






0 komentar:
Posting Komentar